Membisu
tertutup
( irfan nurhidayat )
Membisu tak bergemam
Bertajuk sambil di
genggam
Merasa sunyi kelam
Di hati yang paling
terdalam
Berasa hari tak
berekor
Hanya untuk mencapai
suatu rekor
Hingga lupa akan
warna kolor
Makan pun dengan
kerak telor
Bertajuk bagai
pahlawan
Kelakuan seperti ibu
polwan
Di tegur selalu
melawan
Padahal dia hanya
relawan
Kapan berakhir
Kenapa selalu
tersingkir
Menggungguk bak
kesihir
Impian di pesisir
Ini bukan syair
Ini kata yang
melintir
Ini bukan puisi
Ini kalimat yang
tersisi
TambunBekasi,18Desember2018
Komentar
Posting Komentar