Langsung ke konten utama

Membisu Tertutup


Membisu tertutup
( irfan nurhidayat )

Membisu tak bergemam
Bertajuk sambil di genggam
Merasa sunyi kelam
Di hati yang paling terdalam

Berasa hari tak berekor
Hanya untuk mencapai suatu rekor
Hingga lupa akan warna kolor
Makan pun dengan kerak telor

Bertajuk bagai pahlawan
Kelakuan seperti ibu polwan
Di tegur selalu melawan
Padahal dia hanya relawan

Kapan berakhir
Kenapa selalu tersingkir
Menggungguk bak kesihir
Impian di pesisir

Ini bukan syair
Ini kata yang melintir

Ini bukan puisi
Ini kalimat yang tersisi


TambunBekasi,18Desember2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seakan Tenang

SEAKAN TENANG ( irfan nurhidayat ) SEMPURNA DALAM SESAT BERENANG DALAM SELAT MENGAMBANG TEROMBANG TAK ADA TUJUAN KARNA MENGINGKARI TUHAN SEMPURNA DALAM BATAS TERBANG SAMPAI KE ATAS MELAYANG TERANGAN TAK ADA TUJUAN KARNA MENGHIANATI TUHAN TambunBekasi,24januari2019

Saat Senja Pulang

SAAT SENJA PULANG ( irfan nurhidayat ) SAAT NYA JARI KU MENARI MENYAMPAIKAN BAKTI DARI LUPUK HATI DENGAN SEGELAS KOPI DI SAMPING KIRI SEAKAN MENEMANI MALAM SUNYI TAK SEMPAT KU MENCUIL ROTI YANG SANGGUP MENYEMBUHKAN HATI NTAH KENAPA SEAKAN SAJA LIDAHKU MENOLOKNYA MENOLAK UNTUK BERBICARA APALAGI BERSUARA SEAKAN HENGAP DI GENGGAM BURUK BERGEMAM SEAKAN ADA YANG MENERKAM DI GELAPNYA MALAM TambunBekasi,17januari2019

Kenangan

Kenangan ( irfan nurhidayat ) Malam tenang Hujan datang Menggenang Dalam kenangan Merantai Di lantai Menerjang Diterjang Muslihat seekor kumbang   Kepada bunga yang baru berkembang Suraian angin membesar Membisu tak bersuar Dambaan rindu bergumam Membisik sambil menggenggam Tapi itu zaman Zaman lamban Lupakan Hilangkan Mantan.. TambunBekasi,10januari2019